College Story | That's Just How Life Works



Kuliah, kuliah, kuliah. Saat ini saya sedang berjuang untuk meloloskan diri dari salah satu universitas negeri di Jawa Tengah, meskipun saya kuliah di jenjang diploma tapi untuk sekedar meloloskan diri pun juga memerlukan tenaga ekstra. Saya pusing, suatu kali saya curhat ke ibu saya tentang keadaan saya yang semrawut karena mengerjakan tugas akhir. Kata ibu saya, tidak ada skripsi dan tugas akhir yang mudah, berikhtiar dan berdoa adalah satu-satunya jalan. Ya, tidak ada yang salah dengan kata beliau. Mungkin setiap orang yang menempuh pendidikan juga merasa demikian.

Dosen dikejar mahasiswa, mahasiswa dikejar waktu. Drama kejar-mengejar ini, entah mengapa sarat dengan perjuangan. Bagaimana ketika mahasiswa sudah berjam-jam menunggu dosen tetapi akhirnya hanya mendapatkan jawaban, “Konsulnya jadinya besok saja ya, Mbak. Saya ada rapat mendadak.” Mak clep. Kalimat yang cuma terdiri dari 10 kata itu juga bisa melukai kewarasan diri.

Malam jadi siang, siang jadi malam. Tiba-tiba manusia-manusia pejuang tugas akhir ini berevolusi menjadi panda yang sibuk berdoa agar sehari bisa jadi 30 jam, tidur 6 jam, dan sisanya kerja, itupun belum masuk kriteria tidur ideal. Mungkin tugas akhirlah yang mengilhami angan-angan manusia untuk menemukan bagaimana cara untuk tidur 8 jam dalam waktu 2 jam.

Buang jauh-jauh pikiran untuk membeli barang-barang idaman, karena biaya print semakin hari semakin tidak waras. Baru kemarin saya nge-print habis 43 ribu hanya untuk satu bab.

Kuliah semester akhir ini membuktikan bahwa untuk naik ke level yang selanjutnya, maka orang perlu untuk berbuat ekstra, membuktikan bahwa dirinya pantas untuk naik ke tingkat selanjutnya. Maka tidak heran kenapa di dalam setiap game selalu ada bagian akhir yang lebih sulit dari bagian awal. And that’s just how life works.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ENZIM | TANYA DAN JAWAB

Culinary Review: The Solchic Solo, Chicken Package Easy Wings

Contoh Resensi Antologi Cerpen (Buku Fiksi)