2 Detik

Katakanlah kepadaku, apakah yang lebih berharga daripada 2 detik itu.
Menulis deretan kata ini sungguh membuatku kelu.
Semuanya ada di kepalaku.
Tapi tiada bisa aku tuliskan kepadamu.

Apa kau tahu, itu terjadi sangat cepat.
Entah kau menyadarinya atau tidak.
Seperti hujan di musim kering.
Singkat, namun berharga.

Kau dan aku punya banyak waktu untuk mengeluh.
Bercanda.
Mencinta.
Mengiba.

Tapi aku butuh hanya butuh 2 detik.
Untuk menyadari bahwa.
Sedetikpun aku tak ingin pergi meninggalkanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ENZIM | TANYA DAN JAWAB

Culinary Review: The Solchic Solo, Chicken Package Easy Wings

Contoh Resensi Antologi Cerpen (Buku Fiksi)