Kutipan Kata-Kata Soe Hok Gie

Soe Hok Gie (Sumber : Google)
Soe Hok Gie, seorang pemuda keturunan Tiong Hoa. Cerdas dan Kritis adalah sifatnya sejak kecil. Dia adalah seorang pemikir dan penulis, seorang mahasiswa Sastra UI, dan anggota MAPALA UI. Menurut filmnya, yang berjudul sama dengan namanya, Soe Hok Gie adalah pemuda yang menentang ketidakadilan. Teman-teman, bahkan ibunya pun bertanya-tanya, mengapa Soe Hok Gie selalu kritis dan menentang ketidakadilan, bahkan sangat berani mengkritisi pemerintah lewat tulisannya di media cetak. Katanya, ia hanya ingin perubahan. Kali ini saya akan menuliskan beberapa kata-kata Soe Hok Gie yang saya kutip dari filmnya :

1. "Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa penghianatan sejarah tidak akan lahir? Seolah-olah bila kita membagi sejarah maka yang kita jumpai hanyalah penghianatan. Seolah-olah dalam setiap ruang dan waktu kita hidup di atasnya, iya, betapa tragisnya. Bagiku kesadaran sejarah adalah sadar akan hidup dan kesia-siaan nilai-nilai."

2. "Aku tak ingin jadi pohon bambu, aku mau jadi pohon oak yang berani menantang angin."

3. "Hanya pada kebenaran kita bisa berharap."

4. "Kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu. Palsu."

5. "Let the dead be dead."

6. "Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."

7. "Guru bukan dewa dan selalu benar dan murid bukan kerbau."

8. "Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa."

Soe Hok Gie adalah pemuda yang menentang kemunafikan, ketidakadilan, dan semua tindakan semena-memena yang mengatasnamakan agama dan golongan.

Salah satu bukti bahwa Soe Hok Gie menentang orang-orang yang mementingkan golongan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ENZIM | TANYA DAN JAWAB

Culinary Review: The Solchic Solo, Chicken Package Easy Wings

Contoh Resensi Antologi Cerpen (Buku Fiksi)